Home » ARTIKEL » MERAJUT LIBUR YANG BERMAKNA oleh: Abu Zaki*

MERAJUT LIBUR YANG BERMAKNA oleh: Abu Zaki*

Setelah setenggah tahun lamanya hari-hari bergelut dengan kitab, buku, dan berbagai aktifitas tafaqquh fiddin maka dipertengahan tahun ajaran  para santri dihadapkan pada Ikhtibar Ibtidaiy. Tapi rasanya ada sayup kebahagiaan yang mulai dapat dirasakan sanubari, yaitu “Pulangan (muleyan-Madura Red)” ya momen ini yang selalu ditunggu. Kesejukan lalu lalang kesana kemari merangkul kitab gundulnya para ulama salafussholihin adalah merupakan kebahagiaan yang tak terbandingi. Keceriaan hati dalam senda gurau disela-sela diskusi ilmiyah dalam bingkai muhawaroh dan munaqosyah bak meriahnya burung camar menikmati deburan ombak dipantai harapan.Gubahan nadzam membahana dari sendi-sendi gedung madrasah serta alunan irama burdah dan pujian untuk Baginda dari musholla laksana dengungan lebah yang menjanjikan tetesan madu dengan irama surgawi.Sungguh, membahagiakan hari-hari itu dalam rangka mengasah kemampuan, kemauan, kepribadian, sikap dan kebiasaan untuk bisa meniti jalan insan paripurna dalam akhlaq dan budi juga ilmu. Generasi unggulan yang direndam dalam kawah candra dimuka pesantren dipersiapkan untuk menjadi pengibar mercusuar hidayah guna menjadi penerang untuk keluarga, umat dan masyarakatnya kedalam cahaya kebenaran hakiki.Maka, liburan kali ini bukan semata untuk bersenang-senang dan menghibur diri tapi lebih merupakan kesempatan untuk mensosialisasikan misi santri yaitu misi dakwah dan tantangan untuk menguji diri. Apakah sudah bisa mengamalkan ilmu yang sekian lama dicari…?sedangkan ada maqalah yang mengatakan:إذا لم تعمل بما تعلم فكيف تطلب مالم تعلم   “ jika kamu tidak mengamalkan apa yang telah kamu ketahui,maka untuk apa belajar suatu yang belum kamu ketahui ” Dan apakah harapan orang tua, keluarga, bahkan masyarakat sekitar sudah bisa terpenuhi? Dan seabrek tanda Tanya lainnya. Pesantren kenyataannya tak lain hanyalah jembatan. Seindah dan sehebat apapun jembatan itu, ia hanya sebuah wasilah lintasan jalan untuk mencapai tujuan. Santri tidak terus menerus akan ada dipesantren melainkan akan kembali kemasyarakat untuk mengukir kenyataan hidup, yang kadangkala memberi suasana senyum pun juga sering memaksa untuk melinangkan tangis beruarai air mata.akan tetapi tantangan yang akan di hadapi dimasa depan untuk tegaknya agama Islam dibumi Allah jauh berbanding dimasa lampau atau masa kini. Karena mereka dulu berjuang berhadapan dengan musuh yang kongkrit sedang santri harus berduel dengan musuh yang abstrak. Mereka dulu berjuang menghadapi orang lain tapi masa kini dirinya sendiripun menjadi musuh yang nyata. Bahkan kalau dulu kelompok atau keluarga lain yang menjadi tandingan tapi sekarang kelompok sendiri juga keluarga sendiri yang memaksa untuk diimbangi.Dengan adanya liburan rutin ini santri diberi area untuk bertunas namun yang dominan untuk merawat dengan pupuk adalah dirinya sendiri. Ketika pulang dengan membawa perasaan da’i maka santri akan benar-benar menjadi bibit unggul penerus estafet penjuangan Agama dari para guru-guru pendahulunya. Dari itu santri harus menumbuhkan semangat amal dan dakwah agama, menunjukkan jati diri seorang santri. Tidak pernah malu dan takut dengan sesuatu yang baik, karena ketika para santri malu atau takut untuk berbuat baik sudah barang tentu akan terombang ambing bahkan akan menjadi sebuah harapan yang tergilas oleh roda-roda kerasnya pergaulan.Keseriusan untuk menghadapi tantangan masa kini adalah merupakan keniscayaan yang akan berbuah manis di masa mendatang, karena pencapaian biasanya merupakan tuaian dari pada yang diusahakan. Kehati-hatian dalam bergaul dan memilih teman juga merupakan suatu yang urgen diperhatikan, jangan sekali-kali santri mencari teman yang membuatnya nyaman sesaat namun harus mengusahakan mencari sahabat yang membawanya menjadi benar dan berkembang saat ini dan masa mendatang.Santri pulang berlibur bukan untuk menambah catatan hitam dalam lingkungannya. Seperti realita yang sering terjadi, yang menjadi rahasia umum ketika liburan santri yang makin semarak yaitu, jalan raya dengan kebut-kebutan, emperan Warung dengan Domino, Catur, Grambol, saluran seluler yang selalu sibuk bahkan antrian pasar dengan kerudung setengah kepala dan baju setengah lengan.Sedangkan shof berjemaah shalat di Masjid tetap tidak bertambah, lingkaran tadarus Al-Qur’an di Masjid dan Surau-surau tidak berkembang,dan kajian-kajian Agama tidak bertambah. Namun ini bukan untuk menutup mata dari hal positif yang dikerjakan kaum santri tapi sedianya hanya untuk menambah daftar dalam niat hati agar menjadi liburan yang lebih bermakna. Harusnya untuk mengisi liburan yaitu dengan menumbuhkan rasa risau yang mendalam dengan apa yang ada disekelilingnya. Dengan mengajak teman sebayanya untuk lebih mencintai amal dan ilmu. Mengajak mereka dari pinggir jalan untuk naik keMasjid dan menghalau mereka dari pergaulan bebas pada pergaulan yang lebih positif. Tapi janganlah mereka di ajak untuk sama dengan dirinya agar tidak menimbulkan fanatisme buta karena selera mereka mungkin tidak sama, namun arahkan mereka untuk mencintai amal dan ilmu karena hal itu merupakan suatu hal yang harus dimilikinya. Libur kali ini semoga menjadi liburan yang terkesan baik dan dapat melegakan hati kedua orang tua, dan membanggakan guru ngaji di kampung masing-masing. Karena mereka pasti menaruh harapan besar agar anak yang sudah sekian lama di pesantren kelak akan menjadi oase segar ditengah teriknya perjuangan mereka di masyarakat. Bukan dengan cerita-cerita yang terpoleskan keindahan melainkan dengan sikap dan prilaku yang di pentaskan yaitu dengan Akhlaqul Karimah.

 

Selamat berlibur…!!! sembari berdo’a kepada Allah SWT. agar senantiasa membimbing kita bersama menuju titian yang diridhai oleh Allah dan dijauhkan dari mala petaka terjangkitnya virus di hati kita. Dan semoga kebahagian dalam kebersamaan visi misi selalu terwujudkan dalam menghiasi alur waktu kita, serta barokah dari guru-guru dan ilmu dapat selalu kita rasakan karena hal itu yang akan mengantarkan kebahagiaan yang hakiki. Semoga semua berada dalam kebaikan.Amin……!!!
*Penggiat Admenistrasi dan Ilmu Sosial di

SMP AL-HAMIDY II Pamoroh Kadur Pamekasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*