Home » BERITA » Jum’at Wesel; Saat-saat yang mengancam stabilitas keamanan pesantren

Jum’at Wesel; Saat-saat yang mengancam stabilitas keamanan pesantren

Kiranya pasti menimbulkan sebuah tanda tanya besar ketika sebuah tempat yang di anggap muliya dan bersejarah menjadi seperti sebuah pusat perbelanjaan bak pasar tumpah, namun itulah yang terjadi pada setiap hari jum’at tiba di sekitar area pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, sekilas bagi mereka yang belum mengetahui suasana banyuanyar pada hari jum’at akan mengira sedang berlangsungnya bazar atau pasar murah dadakan, padahal hari itu adalah hari dimana para orang tua santri mengirim putra putrinya, ada yang mengatakan hari jum’at itu adaah hari lebaran bagi kebanyakan santri temasuk di Banyuanyar sendiri, akan tetapi tidak setiap hari jum’at tiba melainkan hanya ada tiap bulan sekali saja.
Dari beberapa pihak pengurus ada yang menyayangkan kebiasaan tersebut di karenakan stabilitas keamanan pesantren menjadi sangat terganggu, yang sebelumnya para santri di larang berbelanja pada pedagang dari luar namun ketika sudah tiba hari jum’at ke empat dari masa kembalian santri ini para santri sangat leluasa untuk membeli apapun yang di inginkannya. Dari pihak keamanan pesantren sendiri bukan tidak melarang para santri agar tidak membeli sesuatu pada pedangang dari luar tetapi dari pihak yang berwenang pastinya kewalahan dari berbagai tugas yang sedang di kerjakan pada saat itu mulai dari menjaga parkir, menjaga area santri putri, pintu gerbang dan di tambah lagi harus melayani para santri yang ingin keluar pesantren, tugas yang begitu menguras tenaga bagi para dewan keamanan pesantren, belum lagi harus memperingati dan menghardik para pedagang-pedagang nakal yang masuk ke asrama pemukimn santri, pastinya memang berat melerai para pedagang agar tidak kembali berjualan di area pesantren karna pekerjaan tersebut bukan sebuah tindakan kriminal, namun yang di hawatirkan para pengurus takut terjadi benih-benih kejahatan yang bermoduskan jual beli tapi yang terjadi malah membuka peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan barang-barang haram yang sekarang sedang marak terjadi di masyarakat sebagaimana yang pernah terjadi di salah satu pesantren di daerah paamekasan di mana salah seorang santrinya terbukti positif mengkonsumsi narkoba, yang pasti kejadian tak terpuji tersebut akan merusak citra dan hazanah peasantren.
Walhasil bukan sebuah hal yang tak mungkin ketika santri terlibat dalam kasus narkoba dan sampai menyeretnya ke ranah hukum karena memang mereka-mereka para pengedar mengiming-imingi kesehatan dan kebugaran bila siap untuk mengkonsumsi barang yang di edarkannya sedangkan di dalam dunia pesantren kesehatan jasmani tidak terlalu di nomer satukan para santri lebih mengutamakan kesehatan ruhaninya karna memang itu yang membedakan para santri dengan orang-orang yang tidak pernah merasakan dunia pesantren.
Perihal lain yang sangat di hawatirkan pihak pesantren adalah masuknya wanita-wanita kedalam asrama bahkan sampai ke kamar-kamar santri putra meskipun diantara mereka ada yang mempunyai hubungan mahrom dengan para santri, modus ini juga sering di gunakan oleh mereka yang menjalin hubungan pacaran atau tunangan dengan mengaku saudara dll, untungnya di al-hamidy sendiri di sediakan tempat pengiriman khusus yang sangat terbuka bagi para wali santri untuk mengirim putra putrinya, namun yang namanya kejahatan pasti selalu ada carayang bisa memuluskan kinerja si pelakunya. Sebagaimana pesan yang selalu di sampaikan oleh bang NAPI di setiap kali ONAIR dalam acara BUSER RCTI”kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat si pelakunya tapi karena adanya kesempatan jadi WASPADALAH-WASPADALAH.

(Moh. Amin, Amin Rois, Sirojuddin, Noer Afifi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*