Home » Uncategorized » HABIB KHALID AL-MADIHI PADA ACARA HAFLAH KHATMIL QUR’AN DAN KELULUSAN LPI AL-HAMIDY BANYUANYAR

HABIB KHALID AL-MADIHI PADA ACARA HAFLAH KHATMIL QUR’AN DAN KELULUSAN LPI AL-HAMIDY BANYUANYAR

ALHAMIDY-BANYUANYAR– Sudah menjadi tradisi setiap tahun, LPI Al-Hamidy Banyuanyar mengadakan kegiatan pertemuan dan juga perayaan kelulusan atau disebut Haflah Al-Tasyakkur Li Ikhtitami Al-Durus dan Alhamdulillah untuk yang kesekian kalinya haflah kelulusan ini digelar bersama dengan Haflah Khotmil Qur’an yang diikuti oleh lima khotimin al-qur’an Majelis Tahfidzil Qur’an LPI Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan.

 

Seperti yang dilaksanakan pada malam kamis (26/5/2016) pada haflah tahun ini ada 62 santri yang sudah dinyatakan lulus dan telah membaca iqrar yang dipinpin oleh kepala sekolah Majlis Dirosah Wal Muhawaroh Al-Hamidy Banyuanyar, KH. Abd. Karim.

 

Para Khotimin ini sekaligus merupakan calon guru bantu yang akan di tugaskan ke sebagian besar daerah di madura pada tahun ini.

 

Adalah puncak dari rangkaian acara tersebut yaitu pengajian dengan menghadirkan penceramah Habib Khalid Al-Madihi dari Pasuruan.

 

Dalam pidatonya beliau terlebih dahulu memulai dengan membahas pentingnya mencintai Al-Qur’an, beliau menyampaikan bahwa Al-Qur’an adalah inti agama. Menjaga dan menyebarkannya sama dengan menegakan agama.

 

Karena itu sangat jelas keutamaan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya, walaupun bentuknya berbeda-beda. Yang paling sempurna adalah mempelajarinya, dan akan lebih sempurna lagi jika mengetahui maksud dan kandungannya.

 

Kemudian beliau mengutip pendapat Imam Abdul Wahhab As-Sya’rani dalam kitab Tanbihu Al-Ghafilin

كان المتقدمون يرون القرآن رسائل من ربهم.

“Orang-orang terdahulu Melihat Al-Qur’an ibarat surat cinta dari Allah SWT”.

 

Beliau melanjutkan dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW

أهل القرآن هم أهل الله وخاصته.

Ahli Al-Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang khususnya.

 

Selanjutnya dalam nasehatnya kepada para khotimin Majlis Dirosah Wal Muhawaroh Al-Hamidy Banyuanyar, beliau berkata “Kalau mencari ilmu belum bermimpi ketemu Rasulullah SAW masih belum sah mencari ilmu”.

 

“Tidak ada yang mulia kecuali ilmu, tidak ada yang patut dikejar sejauh mungkin melebihi ilmu,sejauh manapun kita keluar untuk mencari ilmu, biaya banyak berapapun yang kita keluarkan semuanya tidak sebanding dengan ilmu yang kita dapat”.

 

Beliau kemudian menutup pidatonya dengan memimpin do’a dan dilanjutkan dengan foto bersama Khodimul Ma’had LPI Al-Hamidy Banyuanyar RKH. MOH. ROFI’IE BAIDHOWI, Dewan Mustasyar RKH. MOHAMMAD ABRORI SHOLEH, Dewan Ma’hadiyah dan Dirosiyah serta para Khotimin.

 

(Team Multimedia Alba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*