Home » ACARA » MARKAZ BAHASA INGGRIS MENGADAKAN STUDY BANDING KE PP. NURUL ISLAM
MARKAZ BAHASA INGGRIS MENGADAKAN STUDY BANDING KE PP. NURUL ISLAM

MARKAZ BAHASA INGGRIS MENGADAKAN STUDY BANDING KE PP. NURUL ISLAM

alhamidy-banyuanyar. Al-Hamidy English Cours (AEC ) dibawah naungan LPI Al-Hamidy Banyuanyar merupakan kegiatan extra kurikuler yang memiliki peran penting dalam pengembangan kualitas santri Al Hamidy dibidang Bahasa inggris, kembali mengadakan kunjungan ke pondok pesantren Nurul Islam Karang Cempaka Ambumten Sumenep yang sekarang diasuh oleh KH. Ramdan Siraj mantan Bupati Sumenep, (15 April 2016)

 

Kami diterima di Aula LPBI Nurul Islam oleh  direkturnya, Turut mendampingi direktor semua pengurus dan staf-satafnya, member AEC Al-Hamidy yang ikut serta dalam Studi banding  sebanyak 41 member dan 8 pengurus beserta direkturnya…tutur Karimullah yang saat ini sedang menjabat sebagai direktur AEC.

 

Karimullah melanjutkan,  kegiatan Studi Comparatif ini tentunya untuk “Menjalin silaturahmi, menambah wawasan terutama didalam pengelolaan , meningkatkan kualitas AEC untuk belajar dengan membandingkan semua aspek dalam administrasi, program, sampai staff, ini Sebuah sarana atau media perbaikan, studi banding ini juga memang ditujukan menjadi saran me-refresh jalannya AEC kedepan dengan belajar dari badan atau organisasi lain. Dengan begitu kita bisa mengetahui kemajuan lembaga kursus  lain dan mengambil aspek positif lembaga kursus yang  dikunjungi”. Jelasnya.

 

Dipilihnya Ponpes Nurul islam sebagai tempat Study Comparatif, karena Ponpes Nurul Islam adalah lembaga kursus yang besar, memiliki segudang prestasi, dan pengalaman yang baik dalam mengelola lembaga kursus.

 

Subairi (mantan Direktur  AEC) ketika diwawancarai  oleh Team Multimedia, Ia berkata ikut berapresiasi atas diadakannya Study Comparatif karena santri selain mempuni dibidang agama khususnya dalam bidang baca kitab kuning mereka harus menguasai juga dalam bahasa Inggris yang konotasinya Pemberlakuan MEA, ternyata tidak hanya terjadi pada aktifitas pertukaran barang saja namun juga terjadi pada pertukaran tenaga jasa atau sumber daya manusia (SDM). Anggota negara ASEAN, indonesia masuk didalamnya mesti siap menghadapi persaingan ini. Oleh karenanya, kualitas individu sangat menentukan dalam kompetisi MEA ini.

 

Subairi menambahkan, Untuk mampu bersaing di era MEA ini, maka memiliki keterampilan sangatlah diperlukan pada setiap individu. Tanpa adanya persiapan untuk meningkatkan keterampilan maka besar kemungkinan pemberlakuan MEA akan menjadi sebuah ancaman yang tidak bisa terelakkan. Lantas, persiapan apa yang harus dimiliki oleh individu? Ini juga menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat. Menanggapi pertanyaan ini, maka salah satu hal yang mesti dikuasai oleh individu paling tidak adalah penguasaan bahasa Inggris, yang biasanya dipakai oleh komunitas international dalam berinteraksi. Sementara bahasa asing lainnya menjadi keterampilan tambahan. Semakin banyak bahasa asing yang dikuasai, semakin menjadi nilai tambah bagi individu tersebut dalam berkompetisi di era MEA ini. subairi juga menuturkan, konklusinya dalam meguasai bahasa inggris Ada dua alasan besar kenapa bahasa Inggris penting dikuasai oleh santri  Pertama, bahasa Inggris ini dipakai sebagai media untuk mencari ilmu. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik dan benar, maka dengan mudah seseorang dapat memahami dan mendapatkan pengetahuan baru di bidang tertentu. Kedua,mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara lancar dan benar akan membantu santri untuk menyampaikan misi islam yang rahmatan lil alamin di kancah internasional. Sebagai contoh, santri yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris berkesempatan mendakwahkan agama islam ke masyarakat internasional, baik lewat kegiatan formal seperti konferensi dan seminar, maupun lewat kegiatan informal. Terangnya.

(Team Multimedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*